
PBNU Serukan Salat Ghaib untuk Almarhum Affan Kurniawan
Jakarta (JagatNU) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Dakwah PBNU dan Lembaga Takmir Masjid PBNU menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Saudara Affan Kurniawan,
Jakarta (JagatNU) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Dakwah PBNU dan Lembaga Takmir Masjid PBNU menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Saudara Affan Kurniawan,
Yogyakarta (JagatNU.com) – Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LDPBNU) bekerjasama dengan Bidang Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), Kanwil Kemenag D.I Yogyakarta,
Jakarta (JagatNU.com) – Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) bersama Lembaga Takmir Masjid (LTM PBNU) kembali melaksanakan program Standardisasi Kompetensi Imam dan Khatib
Jakarta (JagatNU.com) – Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) kembali menyelenggarakan pertemuan ketujuh Dakwah Sphere bertajuk “Ngaji dan Temu Pegiat Dakwah Digital NU”
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, atas langkah strategis dan
“Kadang, cahaya tidak lahir dari pusat kota yang gemerlap, tetapi dari pondok kecil di tengah sawit, dengan santri-santri yang mengaji dalam sunyi.”
— Inilah kisah dakwah di Pondok Pesantren Al-Barokah, Dharmasraya, Sumatera Barat.
“Dakwah tak selalu lewat mimbar megah. Kadang ia hadir dari masjid kecil, ruang belajar sore, hingga senyapnya majelis ibu-ibu yang penuh cahaya niat.”
— Inilah catatan perjalanan Da’i Nusantara II di jantung desa Labuan Lelea, Donggala, Sulawesi Tengah.
“Menghafal tanpa memahami, membaca tanpa memperhatikan tartil ibarat membangun rumah tanpa pondasi: megah di luar, rapuh di dalam.”
— Di tengah gempuran sekularisasi, pendidikan Al-Qur’an membutuhkan bukan hanya semangat, tapi juga ketepatan dan pemaknaan.
“Islam datang ke Nusantara bukan dengan pedang, tetapi dengan seni, budaya, dan keteladanan.”
— Inilah wajah Islam yang ramah, membumi, dan menyentuh hati, sebagaimana diwariskan para ulama terdahulu.
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.”
— (HR. Muslim)
Di ujung timur Indonesia, semangat belajar Al-Qur’an tak pernah redup. Dari bilik-bilik sederhana Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Hasyim Muzadi, suara lantunan ayat suci mengalun—menandakan tumbuhnya generasi cinta Qur’an di tanah Mimika.